LAPORAN PRAKTIKUM CRYPTOGAMAE JAMUR MIKROSKOPIS DAN JAMUR MAKROSKOPIS


LAPORAN PRAKTIKUM CRYPTOGAMAE
JAMUR MIKROSKOPIS DAN JAMUR MAKROSKOPIS
Mochamad Sutan A.1, Rizal Maulana Hasby M.Si.2, Ai Rikani3
  JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Jalan A.H. Nasution No. 105, Cipadung, Cibiru, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614

ABSTRAK
Praktikum ini bertujuan untuk mengenal jenis jenis dan  struktur jamur makroskopis dan jamur mikroskopis. Jamur adalah tumbuhan yang berinti, berspora, tidak berkrolofil, berupa sel atau benang benang bercabang, dengan dinding dari selulosa dan kitin, atau keduanya, dan umumnya berkembang biak secara seksual atau aseksual. Jamur tergolong tumbuhan thallus. Dalam praktikum ini menggunakan sampel berupa jamur makroskopis dan mikroskopis yang diamati bagian tubuhnya, kemudian ditulis nama jamur dan disebutkan nama familynya. Setelah itu, digambar dan diberi keterangan pada masing masing bahan. Dibuat tabulasi dan di diskusikan : Tempat hidup, jenis jamur, bangsa, marga atau jenis.

Kata kunci : jamur, miselium, klasifikasi, reproduksi, spora.


I. PENDAHULUAN
Jamur termasuk organisme eukariotik karena sel penyusunnya telah memiliki membran inti. Jamur merupakan organisme bersel  banyak (multiseluler), tetapi ada  juga yang bersel tunggal (uniseluler). Tubuh jamur bersel  banyak terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa, kumpulan hifa jamur membentuk anyaman yang disebut miselium (Campbell, 2003).
Jamur ada yang hidup sebagai parasit, ada pula yang bersifatsaprofit. Selain itu, ada pula yang bersimbiosis dengan organismelain secara mutualisme. Sebagai parasit, jamur mengambil makananlangsung dari inangnya. Jamur jenis ini memiliki haustorium, yaituhifa khusus untuk menyerapmakanan langsung dari inangnya.Sebagai saprofit, jamur menngambil makanan dari sisa-sisa organisme lain yang telah mati (Sumarsih,2003).
Spora pada konidium maupun basidiospora pada kondisi yangsesuai tumbuhmembentuk hifa bersekatmelintang yang berinti satu(monokariotik). Selanjutnya, hifaakan tumbuh membentukmiselium. Di antara hifa ada yang berjenis (+) dan ada yang (-). Jikahifa (+) dan hifa (-) bertemu, bersentuhan, maka dinding sel yangmembatasi keduanya akanmelebur, sehingga terbentuksaluran sel. Hifanya kemudianmenjadi berinti dua (dikariotik). Selhifa dikariotik terus tumbuhmenjadi miselium. Dari miseliumini muncul tubuh buah(basidiocarp). Tubuh buah akanmembentuk basidium. Di dalam basidium, inti yang mula-mula dua buah (masing-masing haploid)melebur menjadi satu inti diploid.Inti diploid akan membelah secarameiosis dan menghasilkan basidiospora haploid (Ahmad,2005).
II. METODE
Praktikum ini membutuhkan beberapa alat berupa mikroskop untuk mengamati jamur, objek glass, cover glass, petri disk dan disecting kit. Praktikum ini diawali dengan pengamatan sampel berupa jamur makroskopis dan mikroskopis pada bagian tubuhnya, pada jamur mikro diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 10 x10, 10 x 40, 10 x 100. kemudian ditulis nama jamur dan disebutkan nama familynya. Setelah itu, digambar dan diberi keterangan pada masing masing bahan. Dibuat tabulasi dan di diskusikan : Tempat hidup, jenis jamur, bangsa, marga atau jenis.










III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini kami mengamati jamur kuping atau Auriculari auricular. Jamur ini termasuk ke dalam kelas Basidiomycota. Fungi yang masuk ke dalam kelas ini umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora).

Table 4.1. Jamur Kuping (Auricularia auricular)
Hasil foto
Literatur

Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546638520.jpg
(dokumen pribadi, 2017)


(Isharmanto, 2011

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Basidiomycota
Class : Basidiomycetes
Ordo : Auriculariales
Famili : Auriculariaceae
Genus : Auricularia
Spesies : Auriculari auricula

Auricularia polytricha sering disebut "telinga kayu," "telinga pohon," "jamur hitam," atau "muk nge". Jamur kuping kering berbentuk telinga topi menengah, kusam dalam tekstur, dan coklat tua sampai hitam. Permukaan bawah yang bergelombang memiliki warna kontras abu-abu tepung. Batang tidak ada atau belum sempurna. Ia tidak memiliki insang. Ini adalah penduduk asli Asia dan beberapa pulau di Samudra Pasifik iklim lembab. Negara-negara Asia yang paling utama berhasil membudidayakan A. polytricha.
Jamur kuping termasuk organisme saprofit yang hidup di atas media organik yang sudah lapuk atau mati. Jamur kuping menyukai lingkungan yang gelap dengan pencahayaan sekitar 5%. Kelembapan lingkungan sekitar 85%. Kelembapan media tempat tumbuh antara 55-65% dan kisaran suhu 23-30oC. Sebenarnya jamur kuping lebih cocok hidup di dataran tinggi karena fluktuasi suhu harian relatif lebih rendah daripada dataran rendah. Kenyataanya jamur kuping bisa juga dibudidayakan di dataran rendah. Jamur kuping di dataran tinggi mempunyai bentuk yang lebih lebar dan lebih tebal daripada jamur kuping yang hidup di dataran rendah.
Jamur kuping termasuk jamur pangan yang telah lama dikenal dan dimanfaatkan masyarakat. Pengembangan budidaya jamur kuping .

Table 4.2. Jamur champignon (Agaricus camestris)

Hasil foto
Literatur

Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546635126.jpg
(dokumen pribadi, 2017)

(Fredi, 2017)

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Basidiomycota
Class : Basidiomycetes
Ordo : Agaricales
Famili : Agariceae
Genus : Agaricus
Spesies : Agaricus camestris

Jamur kancing adalah salah satu jenis jamur pangan atau konsumsi yang di kenali banyak masyarakat yang memiliki bentuk hampir menyerupai kancing. Jamur kancing ini banyak dikenal dengan sebutan dengan jamur kompos ( champignon ), table mushroom, common mushroom atau cultivates mushroom, dan juga di kenal di negara Perancis dengan sebutan champignon de paris. Secara umumnya, jamur kancing ini memiliki warna yang sangat beragam dan juga bervariasi mulai dari warna putih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing ini di perkirakan berasal dari perancis abad ke – 17 yang menyebar luas keberbagai daerah dan wilayah hingga sampai saat ini.
Jamur kancing ini memiliki bentuk bulat yang hampir menyerupai kancing. Berwarna putih bersih, krem atau coklat muda. Tidak memiliki klorofil. Memiliki tangkai yang relatif pendek. Memiliki tudung yang hampir menyerupai kancing. Memiliki perakaran yang serabut dan juga melekat pada substrat.

Selanjutnya yaitu kami mengamati jamur tiram, jamur ini juga termasuk Basidiomycota. Jamur ini memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya  berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan  bagian tengah agak cekung.


Table 4.3. Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)
Hasil foto
Literatur

Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546627044.jpg
(dokumen pribadi, 2017)

(Bagus, 2011)

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Basidiomycota
Class : Basidiomycetes
Ordo : Agaricales
Famili : Tricholomartaceae
Genus : Pleurotus
Spesies : Pleurotus ostreatus
Jamur ini memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya  berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan  bagian tengah agak cekung, tudungnya pun sedikit melekuk. Pada umumnya jamur tiram.
Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe  perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, yakni secara aseksual maupun seksual. Seperti halnya reproduksi aseksual jamur, reproduksi aseksual  basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen  pada kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium.
Sedangkan secara seksual, reproduksinya terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet  jantan dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium.
Manfaat jamur tiram yaitu dapat menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko hipertensi dan stroke. Jamur tiram juga mengandung asam amino yang dikandungnya sangat lengkap, seperti lisin, triptofan, valin, metionin, threonin, leusin, fenilalanin, isoleusin, dan histidine .

Table 4.4. Jamur Merang (Volvoriella volvacea)
Hasil foto
Literatur


Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546628029.jpg
(dokumen pribadi, 2017)

(Sutomo, 2013)


Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Basidiomycota
Class : Basidiomycetes
Ordo : Agaricales
Famili : Pluteaceae
Genus : Volvariella
Spesies : Volvoriella volvacea

Jamur merang ( Volvariella volvacea ) merupakan jamur yang sangat dikenal, terutamanya dikalangan masyaraat Asia tenggara, dan sudah lama di budidayakan sebagai bahan pangan yang kaya sumber vitamin dan protein. Jamur ini juga merupakan tumbuhan yang memiliki inti sel, berspora, tidak memiliki klorofil dan juga berkembang biak secara seksual dan aseksual.
Secara umumnya jamur merang ini dapat ditemukan di berbagai tempat lembab berupa tempat pengilingan padi, pabrik limbah kertas, berbagai jenis ampas dan juga tumpukan lainnya yang lembab. Secara umumnya jamur memiliki tudung yanga berbeda-beda tergantung dengan jenis dan varietesnya. Tetapi jamur merang memiliki tudung dengan diameter 5-14 cm dengan berbentuk bulat telur kemudian terlihat cembung dan memiliki permukaan kering, serta memiliki warna yang sangat bervariasi mulai dari warna coklat, putih, keabu-abuan dan kehitaman. Jamur juga memiliki tangkai berbeda – beda tergantung dengan pertumbuhan jamur tersebut, tangkai jamur merang memiliki panjang 3-8 cm, berdiameter 5-9 cm, biasanya di bagian dasar berwarna puti, kuat dan juga licin.
Selain itu, jamur merang juga memiliki spora berwarna merah jambu dengan ukuran spora 7-9 x 5-6 mikro, menjorong dan sangat licin. Sproa jamur ini memiliki garis-garis yang berbentuk seperti kipas dan juga terdapay cincin membulat di bagian spora tersebut. Jamur juga memiliki cawan yang menutupi bagian tangkai dasar mendekati tanah dengan bentuk yang unik yaitu membulat dan mencorong di bagian atas. Cawan ini memiliki ukuran yang berbeda – beda juga tergantung dengan pertumbuhan tanamannya. Cawan ini juga memiliki warna yang sangat beragam mulai dari warna coklat, putih kekuningan dan juga memiliki warana yang buram.
Jamur merang ini memiliki akar semu atau akar rhozoid yang memiliki panjang 2-5 cm dengan menembus permukaan tanah. Akar pada jamur ini memiliki peran penting untuk menyerap unsur air yang ada didalam media tanah.












Table 4.5. Jamur Enoki (Flamulina velutipes)

Hasil foto
Literatur

Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546637765.jpg
(dokumen pribadi, 2017)

(Elena, 2012)

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Basidiomycota
Class : Basidiomycetes
Ordo : Agaricales
Famili : Marasmiaceae
Genus : Flamulina
Spesies : Flamulina velutipes

Jamur enoki adalah jamur pangan dengantubuh buah hasil budidaya berbentuk panjang-panjang berwarna putih seperti tauge. Dikenal juga sebagai jamur tauge, jamur musim dingin, atau jamur jarum emas.
Di wilayah dunia beriklim sejuk, jamur tumbuh di alam bebas pada suhu udara rendah mulai musim gugur hingga awal musim semi. Jamur tumbuh di permukaan batang pohon Celtis sinensis (bahasa Jepang: Enoki) yang sudah melapuk, sehingga disebut Enokitake (jamur Enoki). Jamur juga bisa tumbuh di permukaan batang kayu lapuk pohon-pohon berdaun lebar seperti Kesemek
Bentuk jamur yang ada di alam terbuka berdaun lebar dan berwarna coklat dan merah muda.
Namun, jamur yang dibudidayakan memiliki bentuk menyerupai tauge, dengan batang putih halus panjang dan bentuk jamurnya bulat kecil seperti jarum pentul. Jamur ini tumbuh di wilayah beriklim sejuk. Biasanya tumbuh di permukaan batang pohon Cetis sinensis (bahasa Jepang: enoki) yang sudah melapuk, sehingga di beri nama Enokitake (Jamur Enoki).




Table 4.6. Jamur Tempe (Rhizopus oligusporus)
Hasil foto
Literatur

Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546605129.jpg
(dokumen pribadi, 2017)

(Sugiharningsih, 2013)

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Zygomycota
Class : Zygomycetes
Ordo : Mucorales
Famili : Mucoroceae
Genus : Rhizopus
Spesies : Rhizopus oligusporus

Jamur tempe (Rhizopus oligusporus) termasuk ke dalam genus Rhizopus dan Famili Mucoraceae. Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat bahwa misellium dari jamur tempe ini tidak bersekat. Misellium yang tidak bersekat merupakan cirri utama dari family Mucoraceae. Jamur tempe ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu misellium atau yang sering disebut stolon jamur, sporongiophore, sporangium dan spora yang menjadi organ perkembangbiakannya,
Jamur tempe (Rhizopus oligusporus) merupaakan mikro organisme semi anaerob dan organism saprofit. Jamur tempe memiliki cirri utama yaitu misellium nya tidak bersekat yang juga merupakan ciri utama dari family Mucoraceae.  Jamur tempe terdiri dari misellium, sporangiophore, sporangium, dan spora yang menjadi alat perkembangbiakannya.
Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati. Hifanya bercabang banyak tidak bersekat saat masih muda dan bersekat setelah menjadi tua. Miseliumnya mempunyai tiga tipe hifa yaitu : stolon (hifa yang membentuk jaringan di permukaan substrat seperti roti), rhizoid (hifa yang mnembus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan), sporangiofor (tangkai sporangium). Berkembangbiak dengan cara vegetatif yaitu membuat sporangium yang menghasilkan spora. Generatif yaitu dengan konjugasi dua hifa (-) dan hifa (+).

Table 4.7. Jamur oncom (Neurospora sitophila)
Hasil foto
Literatur

Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546598039.jpg
(dokumen pribadi, 2017)

(Sugiharningsih, 2013)

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Ascomycota
Class : Ascomycetes
Ordo : Sordariales
Famili : Sordariaceae
Genus : Neurospora
Spesies : Neurospora sitophila

Spora yang berbentuk bula-bulat kecil dan terdapat hifa yang  berupa serabut-serabut panjang, dan terihat juga kumpulan hifa yang sering disebut misselium. Hifa pada jamur ini pun bersekat dan bersel banyak.
Reproduksi aseksual dengan konidia. Berasal dari  pembentukan askus yang normal  bukan hanya berbeda pada jenis yang berbeda. Tidak jarang terjadinya inti yang berpasangan itu baru kemudian setelah hampir tiba waktunya untuk  pembentukan kait, jadi hifa  askogen itu mula-mula sel-selnya mengandung banyak inti. Jika askospora mengadakan kopulasi maka tidak dapat menghasilkan gametofit.
Selain dari itu sporofitnya dapat pula suatu reduksi. Jika askus langsung terbentuk arkegonium atau spora terbentuk dalam gametangium jantan.
Neurospora berasal dari kata neuron (= sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson. Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur  berbentuk filamen). Sebelum diketahui perkembangbiakan secara seksualnya, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, tetapi setelah diketahui fase seksualnya (teleomorph), yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom masuk ke dalam golongan Ascomycota.



Table 4.8. Jamur roti (Rhizopus stolonifer)
Hasil foto
Literatur

Description: C:\Users\DMP Computer\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\1509546599815.jpg
(dokumen pribadi, 2017)

(Ida, 2017)

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Divisi : Zygomycota
Class : Zygomycetes
Ordo : Mucorales
Famili : Mucoraceae
Genus : Rhizopus
Spesies : Rhizopus stolonifer

Rhizopus stolonifer merupakan salah satu dari jenis jamur Zygomycotina. Jenis jamur ini memiliki hifa pendek bercabang-cabang dan berfungsi sebagai akar (rizoid) untuk melekatkan diri serta menyerap zat-zat yang diperlukan dari substrat. Selain itu, terdapat pula sporangiofor (hifa yang mencuat ke udara dan mengandung banyak inti sel, di bagian ujungnya terbentuk sporangium (sebagai penghasil spora), serta terdapat stolon (hifa yang berdiameter lebih besar daripada rizoid dan sporangiofor).
Dapat tumbuh pada suhu 5oC – 37oC, tetapi pertumbuhan optimumnya yaitu pada suhu 25oC. AW berkisar pada 0,93 tetapi di laboratorium telah terjadi pertumbuhan pada MY50G agar mudah (0,89 aw) seperti beberapa lainnya mucorales, R.stolonifer dapat tumbuh di bawah kondisi anaerobik.
Rhizopus Stolonifer dapat hidup / tumbuh pada roti atau buah-buahan lunak. Dalam hal ini Rhizopus Stolonifer terutama banyak dijumpai pada roti dan menyebabkan kerusakan pada roti tersebut. Hal tersebut dikarenakan spora tersebut berada pada udara, tanah ataupun diri kita, yang kemudian apabila jatuh pada roti maka spora tersebut akan tumbuh dengan sangat cepat. Organisme ini menyebabkan cetakan roti menjadi hitam dengan membentuk permukaan halus dari roti yang lembab menggembung ke angkasa.
Miselium dari R.stolonifera adalah yang terdiri atas tiga jenis haploid yang berbeda hyphae. Bagian terbesar dari miselium terdiri dari dengan cepat bertumbuh hyphae yang bersifat senositik (multinucleate) dan takbersekat (tidak yang dibagi oleh dinding lintang ke dalam sel-sel atau kompartemen-kompartemen). Dari ini semua, cincin busur hyphae “geragih-geragih” dibentuk. Geragih-geragih dari rizoid-rizoid di mana saja ujung-ujung mereka berhubungan substrat. Sporangia membentuk di ujung sporangiofor-sporangiofor, yang bersifat cabang lurus membentuk secara langsung di atas rizoid-rizoid.
Masing-masing sporangium mulai sebagai suatu bengkak ke dalam dimana sejumlah nucleus mengalirkan, dan itu adalah pada akhirnya dikerat dari sporangiofor-sporangiofor oleh pembentukan suatu sekat. Protoplasma di dalam dibelah, dan suatu dinding sel dibentuk di sekitar masing-masing spora. Sporangium menjadi hitam karena mendewasakan, memberi warna karakteristik cetakan nya. Masing-masing spora, ketika dibebaskan, dapat berkecambah untuk menghasilkan suatu miselium yang baru .

IV. KESIMPULAN
Dari praktikum dan analisa, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Jamur adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof.
2.      Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler.
3.      Tubuh jamur terdiri dari hifa yang membentuk miselium yang berfungsi untuk menyerap zat organik dari lingkungan.
4.      Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium.
5.      Tidak semua jamur merugikan.
6.      Pada jamur makroskopis terdapat Jamur Kuping, Shiitake, dan Jamur Tiram yang memiliki struktur tubuh yang beda-beda. Pada  jamur kuping bentuk jamur ini berbetntuk seperti kuping dan teksturnya kasar. Pada jamur Shiitake dan tiram jamur ini  berbentuk seperti payung dan dibawahnya terdapat lamella-lamella.
7.      Pada jamur mikroskopis  jamur pada ragi hanya terlihat spornya saja. Sedangkan pada jamur oncom spora, hifa, dan misselium nya terlihat.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Riza Zainuddin. 2005. Pemanfaatan Khamir Saccharomyces CerevisiaeUntuk Ternak. Jurnal Peternakan. 15(1):50-51.
Campbell, Neill A. 2003. Biologi Edisi 5 Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sumarsih, Sri. 2003.Diktat Kuliah Mikrobiologi Dasar Jurusan Ilmu Tanah Yogyakarta : UPN Veteran.
Literatur gambar :
Bagus, Guntur. 2011. Laporan Percobaan Mengamati Jamur ( Tempe, Roti, Liken, Tiram, Kuping, Tongkol Jagung). Available at: https://muridingindimengerti.blogspot.co.id/2011/04/laporan-percobaan-mengamati-jamur.html#. Diakses pada : [29:10:2017]. Pukul [15:11 wib].
Elena, Schweitzer. 2012. Enoki Mushroom. Available at : http://www.montrealgazette.com/health/Enoki+mushrooms/6325443/story.html. Diakses pada [29-10-2017]. Pukul [16:29 wib].
Fredi, Kurniawan. 2017. Klasifikasi dan Morfologi Jamur Kancing. Available at : http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-jamur-kancing/. Diakses pada [29-10-2017]. Pukul [ 16;21 wib].
Ida, Bagus. 2017. Laporan Praktikum Jamur Mikroskopis. Available at : https://idabagusindra9.blogspot.co.id/2017/01/v-behaviorur ldefaultvmlo.html. Diakses pada [30-10-2017]. Pukul [06:25 wib].
Isharmanto, 2011. Biologi Gonzaga. Available at : https://biologigonz.blogspot.co.id/2011/01/auricularia-polytricha.html. Diakses pada [ 29 : 10 : 2017 ]. Pukul [14:50 wib].
Sugiharningsih. 2013. Dunia Biologi. Available at : http://bioselisthebest.blogspot.com. Diakses pada [31-10-2017]. Pukul [12:45 wib].
Sutomo. 2013. Cara Budidaya Jamur Merang untuk Budidaya Melimpah. Available at : http://caratanam.com/cara-budidaya-jamur-merang/. Diakses pada : [29 : 10 : 2017]. Pukul [ 16:00 wib].

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN CAVIA PORCELLUS (MARMOT)