LAPORAN PRAKTIKUM CRYPTOGAMAE MENGHITUNG JUMLAH SEL MIKROALGA JENIS Chlorella sp.
LAPORAN PRAKTIKUM CRYPTOGAMAE
MENGHITUNG JUMLAH SEL MIKROALGA
JENIS Chlorella sp.
Mochamad
Sutan1, Rizal Maulana Hasby, M.Si2, Lucky Aditya Pratama3
JURUSAN
BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN
SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Jln.A.H.
Nasution No.105 Bandung, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
ABSTRAK
Chlorella
sp merupakan
berasal dari bahsa latin chloros yang berarti hijau dan ella yang berarti
kecil, kemudian diberi nama oleh beyerinck ahli biologi jerman Chlorella sp. Sudah berada dibumi sejak
masa Precambrian kira-kira 2,5 milyar tahun yang lalu. Tumbuhan ini merupakan yang pertama kali yang
memiliki bentuk sel yang berinti sebenarnya. Pertumbuhan mikroalga pada umumnya
membutuhkan tiga factor utama yaitu sinar matahari, nutrisi, dan karbondioksida.
Upaya untuk meningkatkan produksi biomasa mikroalga dapat dilakukan dengan
memanipulasi factor lingkungan seperti bentuk wadah kultur dan media. Media
yang umum digunakan untuk kultur mikroalga adalah media sintetik dan alaami.
Media sintetik terdiri dari senyawa-senyawa kimia yang komposisi dan jumlah nya
sudah ditentukan. MBB ( medium basal bold) merupakan media sintetik yang umum
digunakan dalam kultur mikroalga. Tujuan praktikum ini bertujuan untuk untuk
mengetahui pengaruh media terhadap jumlah sel Chlorella sp, mengetahui struktur tubuh bentuk Chlorella sp, dan memiliki kemampuan keterampilan menghitung jumlah
sel mikroalga, adapun metode yang dilakukan pada praktikum ini yaitu dengan
di lakukan 2 metode
diantaranya metode dalam pembuatan media
, yaitu diambil dengan membuat media basal bold sesuai panduan bischoft
1963, metode kedua yaitu metode pengkulturan dan meghitung yaitu dengan cara
memasangkan selang kultur pada aerator kemudian dimasukan pada botol kultur,
lalu di atur pencahayaan lampu TL maksimal 5000 lux, di inokulasikan 10%
chlorella sp pada media kultur isolate itu selama 1 minggu kemudian menghitung
pertambahan jumlah sel/ hari dengan meggunakan haemacytometer di bawah
pengamtan mikroskop. Didapatkan hasil hitungan mikroalga dari pengamatan selama
beberapa hari yaitu semakin cahaya bertambah maka jumlah sel yang hidup semakin
banyak.
Kata kunci : Chlorella
sp, Mikroalga, media basal bold (MBB), Media alami, Media sintetik.
I.
PENDAHULUAN
Sejarah chlorella sp berasal dar Bahasa latin chloros yang berarti hijau
dan ella yang berarti kecil, kemudian diberi nama oleh Beyerick ahli biologi
jerman chlorella sp.Sudah berada
dibumi sejak masa Precambrian kira – kira 2,5 milyar tahun yang lalu. Tumbuhan
ini merupakan tumbuhan yang pertama kali memiliki bentuk sel yang berinti
sebenarnya. Kelangsungan gerasinya yang dapat mencapai modern merupakan tanda
kesetabilan dan ketangguhan sifat genetiknya ( Boyd,2004).
Kalsifikasi
dari chlorella, menurut Kabinawa (2001).,
sebagai baerikut :
Kingdom
: Plantae
Phylum
: Chloropyta
Kelas
: Chloropyceae
Ordo
: Chlorococcales
Family
: Chlorellaceae
Genus
: Chlorella
Spesies
: Chlorella Sp
Sel
chlorella sp berbentuk bulat atau
bulat telur dan umunya merupakan alga bersel tunggal, meskipun kadang – kadang
dijumpai bergerombol. Diameter sel nya berkisar antara 2-8 mikron, berwarna hijau
, dan dinding selnya keras yang terdiri dari selulosa dan pectin. Serta
mempunyai protoplasma yang berbentuk cawan. Chlorella
sp dapat bergerak tetapi sangat lambat sehingga pada pengamatan seakan akan
tidak bergerak. Chorella sp berkembang biak secara vegetative. Sel anak
berkembang menjadi induk, sel-sel induknya mengeluarkan zoospore yang masig
–masing dinamakan aplanosprora. Dari satu sel dihasilkan beberapa buah spora (
Sumarlimah, 2000).
Chlorella berkembang biak secara
vegetative diawali dengan membentuk spora. Setiap sel induk chlorella sp akan
mengeluarkan zoospore yang disebut aplanospora sebanyak 8 buah. Selanjutnya
aplanospora berkembang menjadi individu- individu baru, selanjutnya setiap aplanosprora yang telah dewasa
mengeluarkan 8 aplanspora baru dan seterusnya selama kondisi lingkugan
memungkinkan. Perkembangan chlorella sp secara generatif belum banyak diketahui
(Sutomo,2005).
Tujuan praktikum ini bertujuan untuk
untuk mengetahui pengaruh media terhadap jumlah sel Chlorella sp, mengetahui
struktur tubuh bentuk Chlorella sp, dan memiliki kemampuan keterampilan
menghitung jumlah sel mikroalga
II.
METODE
2.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum menghitung jumlah sel
mikroalga jenis cholorella sp ini
yiatu : rak kultur tempat penyimpanan mikroalga , botol kultur yaitu digunakan
untuk penyimpanan sebuah specimen alga, selang digunakan untuk penyambungan
alat agar udara masuk pada saat proses pengkulturan, aerator, ampu TL 40 watt ,
Haemacytometer, lux meter dn pipet tetes yang digunakan untuk mengambil kultur.
Untuk bahan yang digunakan hanya isolate Chlorela
sp, media basal bold, dan nutrisi.
2.2 Cara kerja
Dalam praktikum menghitung jumlah sel mikroalga jenis chlorella sp ini, di lakukan 2 metode
diantaranya metode dalam pembuatan media
, yaitu diambil dengan membuat media basal bold sesuai panduan bischoft
1963, metode kedua yaitu metode pengkulturan dan meghitung yaitu dengan cara
memasangkan selang kultur pada aerator kemudian dimasukan pada botol kultur,
lalu di atur pencahayaan lampu TL maksimal 5000 lux, di inokulasikan 10%
chlorella sp pada media kultur isolate itu selama 1 minggu kemudian menghitung
pertambahan jumlah sel/ hari dengan meggunakan haemacytometer di bawah
pengamtan mikroskop.
III.
HASIL
PENGAMATAN
3.1
Tabel data rata – rata hasil pengamatan
jumlah Chorella sp pada tiga perlakuan (Kelompok 1 dan 2 : A0 (Tanpa Cahaya), 3
dan 4 : A1 (12 Jam Cahaya), 5 dan 6 : A2 (24 Jam Cahaya)
|
T0
|
A0 (Tanpa Cahaya)
|
A1 (12 Jam Cahaya)
|
A2 (24 Jam Cahaya)
|
|
Kamis (09-10-2017)
Jumat (10-10-2017)
Senin (13-10-2017)
Selasa (14-13-2017)
|
64x 106
62x 106
195x 106
80x 106
|
110x 106
275x 106
67x 106
78x 106
|
940x 106
402x 106
2910x 106
856x 106
|
3.2 Grafik garis perbandingan rata – rata pertumbuhan Chlorella sp selama satu pekan
IV. PEMBAHASAN
4.1. Petumbuhan Umum Chlorella sp
K = [n x 104]
Ket
: n (Jumlah Pertumbuhan Chlorella sp
selama sepekan/seminggu)
Tanpa Cahaya (Kelompok
1 dan 2 : A0)
·
K A0 = 64 x 104 =
640.000 sel / mL
·
K A0 = 62x 104=
620.000 sel / mL
·
K A0 = 195 x 104 =
1.950.000sel / mL
·
K A0 = 80 x 104 =
800.000sel / mL
12 Jam Cahaya (Kelompok 3 dan 4 : A1)
·
K A1 = 110 x 104 =
110.000 sel
/ mL
·
K A1 = 275 x 104 =
2.750.000 sel
/ mL
·
K A1 = 67 x 104 = 670.000 sel / mL
·
K A1 = 78x 104 = 780.000 sel / mL
24 Jam Cahaya (Kelompok 5 dan 6 : A2)
·
K A2 = 940 x 104 =
9.400.000sel / mL
·
K A2 = 402 x 104 =
4.020.000 sel / mL
·
K A2 = 2910 x 104 =
29.100.000sel / mL
·
K A2 = 856 x 104 =
8.560.000 sel / mL
4.2.
Pembahasan
Pada
praktikum menghitung jumlah sel mikroalga
jenis Chlorella sp yang telah
dilakukan dengan cara control, yaitu
kultur yang digunakan menggunakan aerator. Pada kultur ini dilakukan selama 4
hari. Dan membandingkan pada ketiga kultur, yaitu kultur tanpa cahaya, 12 jam
cahaya, dan 24 jam cahaya.
Chlorella sp
merupakan alga ber sel tunggal dari golongan alga hijau yang telah dimanfaatkan
secara konversial karena gizinya yang sangat tinggi. Sel chlorella sp pada
skala massal memiliki jumlah kepadatan sel dan laju pertumbuhan spesifik yang
berada tiap perlakuan. Kepadatan chlorella tertinggi terdapat pada perlakuan ke
3 yaitu kultur dengan 24 jam cahaya( Wirosaputra, 2002).
Pada kurva diatas,
dapat diketahui bahwa pada hari pertama terjadi fase adaptasi yaitu fase dimana
mikroalga menyesuaikan diri terhadap kultur. Pada hari kedua mikroalga megalami
fase eksponensial dimana Chlorella sp
mengalami pertumbuhan atau pertambahan kepadatan sel dengan cepat atau dapat
dikatakan juga pertumbuhan nya naik. Pada hari ke 3 fase selanjutnya yaitu fase
stasioner yaitu fase dimana mikroalga factor pembatas dan kecepatan pertumbuhan
bersifat seimbang karena jumlah sel yang membelah dan yang mati sama. Dan yang terakhir pada
hari ke 4 terjadi fase kematian dimana mikroalga tidak mampu lagi mengalami
pembelahan.
Menurut Prihantini
2005.,Susunan perkembangan umum Chlorella
sp ditandai dengan sedikitnya 4 tahap yang terpisah yaitu : tahap induksi
yaitu setelah penambahan bibit ke dalam media kultur. Tahap eksponensial yaitu
perkembangbiakan sel yang cepat dan konstan. Tahap ketiga stasioner yaitu
keepatan perkembangan sel sudah melai menurun. Tahap kematian yaitu tingkat
kematian lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan.
Fase – fase yang
terjadi pada mikroalga selama 4 hari dipengaruhi oleh beberapa factor
diantaranya suhu atau temperature ruangan, nutrisi yang didapatkan pada saat
kultur dan pencahayaan. Menurut Sutomo 2005., Pada umunya mikroalga membutuhkan
3 faktor utama yaitu sinar matahari, nutrisi, an CO2. Untuk
meningkatkan produksi biomassa pada mikroalga dapat dilakukan dengan
memanipulasi factor lingkungan sperti bentuk wadah kultur dan media. Chlorella sp juga memiliki peranan
penting bagi memenuhi kebutuhan manusia diantaranya, sebagai makanan tambahan
atau suplemen karena kandungan nutrisinya lengkap. Meningkatnya permintaan akan
Chlorella sp merupakan peluang
dilakukan nya peningkatan kultur Chlorella
sp (Srihati,1997).
Pada hari kedua
mikroalga megalami fase eksponensial dimana Chlorella sp mengalami pertumbuhan
atau pertambahan kepadatan sel dengan cepat atau dapat dikatakan juga
pertumbuhan nya naik.
Menurut Boyd 2004.,
fase deklinasi atau penurunan kecepatan pertambahan dapat terjadi karena
nutrisi pada media kultur berkurang dan telah terbentuk senyawa dalam
konsentrasi tinggi dan adaya produk ekstraseluler dari mikroalga yang meracuni
diri sendiri sehingga dapat meningkatkan mortalitas. Hal tersebut mengangibatkan
karbondioksida sebagai karbon utama bagi proses fotosintesis mikroalga cukup
tersedia sehingga proses metabolisme dapat berlangsung cepat dan kerapatan sel
meningkat.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil
dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulakan bahwa mikroalga jenis Chlorella sp berpengaruh terhadap media
kultur karena selama 4 hari mengalami fase tumbuh yaitu mulai dari fase
adaptasi, fase eksponensial, fase stasioner, dan fase kematian. Sel chlorella sp berbentuk bulat atau bulat
telur dan umunya merupakan alga bersel tunggal, meskipun kadang – kadang
dijumpai bergerombol.
DAFTAR PUSTAKA
Boyd
. 2004. Ocheanogrhafy Water Seawater Ocean Circulation And Dinamics.
Chemical Week, June 29. Pub Ink USA.
Kabinawa
. 2001. Mikrolga Sebagai Sumber Daya Hayati
Perairan Dalam Perspektif Bioteknologi.
Bogor : Puslitbang Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia.
Prihantini.
2005.
Pertumbuhan Chlorella Sp
Dalam Medium Ekstraksi
Tauge Dengan Variasi Ph
Awal.
Makara, Sains. Vol
9(1) : 1-6.
Srihati.
1997. Perngaruh Berbagai Medis Terhadap Kualitas Alga Bersel Tunggal . Lembaga Ilmu
Pengetahuan
Indonesia. LIPI.
Hal 877-882.
Sumarlinah.
2000. Hubungan
Komunitas
Fitoplankton Dan Unsur Hara N Dan
P diDanau Sunter Selatan,
Jakarta Utara : Institute Pertanian Bogor.
Sutomo.
2005. Kultur Tiga Jenis Mikroalga. Bogor : LIPI No
37 Hal 43-58.
Winosaputra.
2002. Chlorella Untuk Kesehatan Global Teknik
Pengelolaan Buku II. Yogyakarta
: Gajah Mada University Press.
Komentar
Posting Komentar